8/26/2016

Belajar Menjadi Generasi Penulis


Belajar menjadi generasi penulis

Sumbawa dikenal dengan budaya tutur yang sudah mengakar. Inilah salah satu penyebab merosotnya indeks pembangunan manusia kita dari generasi ke generasi. Fakta sejarah sangat susah sekali didapatkan karena budaya menulis tidak nampak pada kehidupan masyarakat kita. Akhirnya terjadi penerkaan, pengaburan, anomali terhadap sejarah sampai saat ini.

Untungnya kita masih memiliki beberapa aset sejarah berupa bangunan, sehingga memungkinkan para peneliti untuk mengungkap sejarahnya dengan berbagai teknik penelitian. Tapi tentu keabsahan dari pengungkapan sejarah tersebut masih dipertanyakan. Lain halnya jika para pendahulu kita menuangkannya dalam bentuk tulisan-tulisan kuno. Layaknya tulisan yang ada pada sebuah makam tua di kecamatan Tarano Sumbawa. Sejarah dari makam tersebut sangat gampang ditelusuri karena para peneliti hanya menerjemahkan tulisan-tulisan disekitar makam.

Kita punya banyak aset yang bisa dibukukan, mulai dari Kesenian, Pariwisata atau banyak hal lain sehingga menjadi sebuah journal yang memiliki nilai faktual yang tinggi untuk generasi mendatang.

Dewasa ini ada begitu banyak media sosial yang memungkinkan kita untuk sekedar menulis. Facebook adalah salah satunya. Sebagai media sosial paling produktif di dunia, facebook sangat membantu kita dalam menghasilkan jeratan aksara. Sepanjang apapun tulisan yang kita buat bukan merupakan masalah bagi media yang satu ini, karena situs ini tidak membatasi jumlah karakter punulisan penggunanya.

Selain itu, kita juga bisa memulainya dari buku pribadi, diary, atau melalui beberapa media yang disediakan secara gratis seperti blogspot, wordpress dan sebagainya. Melakukan kesalahan pada tahap awal menulis juga tidak bisa menjadi alasan penguat untuk tidak menulis, karena ada quote yang mengatakan bahwa " Kita Bisa Karena Biasa " baru setelah itu manfaat menulis akan bisa dirasakan baik bagi diri sendiri, maupun orang lain.

Kemajuan teknologi telah memungkinkan kita melakukan segala hal. Mempermudah akses informasi antara dunia satu dengan dunia yang lain. Mulailah menulis apa yang kalian lihat, baik disekeliling kalian atau yang masih ada dalam imajinasi kalian. Ingat jangan takut menggunakan kekuatan nalar sendiri meskipun salah dalam memulai tulisan, karena itu akan memicu kita untuk tulisan yang lebih baik selanjutnya.

Selain merupakan instrumen perekam jejak sejarah yang sangat efektif, menulis juga mencegah kita dari kepikunan, bisa melahirkan ide-ide baru yang imajinatif sehingga berpotensi untuk menyelesaikan sebuah masalah yang terjadi ditengah - tengah masyarakat.

Mataram, 26 Agustus 2016

Artikel Terkait

Pelajar, Pejalan, Penikmati Kopi Hitam.