9/17/2016

Ketika Asrama Mahasiswa Terbakar dan Dibiarkan Mangkrak Begitu Saja



Asrama Mahasiswa

Dulu ada sebuah banguan suci yang menjadi sentra perkumpulan seluruh mahasiswa Sumbawa di Mataram, banyak yang menyebutnya asrama Sumbawa, ada juga yang menyebutnya wisma Samawa.  Bangunan tersebut sekaligus menjadi sekretariat Forum Komunikasi Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Sumbawa-Mataram (FKPPMS) yang sekarang terhitung masih aktif meski tanpa skretariat khusus mereka di mataram.

Dulu asrama sumbawa dijadikan sentra perkumpulan mahasiswa sumbawa di mataram, semua kegiatan bersifat kepemudaan dilaksanakan disana, Sebut saja Pordikani, yang merupakan agenda dua tahunan Fkppms itu dipustakan kegiatannya di asrama. Pordikani adalah singkatan dari pekan olahraga, budaya, pendidikan dan seni, setiap dua tahun kegiatan tersebut tetap diselenggarakan oleh Fkppms selaku paguyuban mahasiswa sumbawa yang bersifat kekeluargaan dimataram.

Tapi semenjak kejadian terbakarnya Asrama sumbawa pada 2011 itu seakan semuanya tak bersisa, bukan saja bangunan-bangunan asrama yang ludes terbakar, tapi juga semangat persatuan dan komunikasi mahasiswa juga ikut luntur kala itu, semangat kekeluargaan antara mahasiswa seakan tidak ada lagi. Mengapa demikian? Fkppms yang menjadi refresentasi mahasiswa sumbawa dimataram tak dapat berkutik, mereka tak lagi memiliki sentra pertemuan khusus, para anggotanya pun tercecer kemana-kemana.

Dulu ketika tahun-tahun pertama kuliah, saya melihat sesuatu yang harmonis terjadi pada aktivitas mahasiswa disini, mahasiswa Sumbawa begitu aktif menggunakan asrama sebagi pusat kegiatan mereka, diskusi, seminar, sampai pelatihan mereka pusatkan disana. Terbukti, dulu Fkppms adalah salah satu perkumpulan yang produktif melahirkan kader-kader unggul dan bermutu. Sebut saja M. Iqbal, beliau sekarang adalah Wakil Rektor di Universitas Teknik Sumbawa. Beliau adalah mantan ketua Fkppms periode 2010-2012. Mustakim Fatwari, Samsun Hidayat, serta banyak nama-nama besar lainnya. Semuanya lahir dari kantong Fkppms yang bermarkas di asrama mahasiswa Sumbawa di Mataram.


Asrama Mahasiswa


Tak dinafikan lagi, 2011 adalah tahun yang kelam bagi saya dan seluruh mahasiswa Sumbawa yang ada di Mataram, bagaimana tidak? Sekarang kami tercecer, tak ada tempat lagi untuk merumuskan masalah-masalah yang tejadi ditengah masyarakat. Para anggota yang dulu memiliki semangat dan militansi yang luar biasa kini tak ada lagi. Pordikani yang merupakan agenda dua tahunan Fkppms itu tak mampu lagi kami laksanakan pada tahun-tahun awal paska terbakarnya asrama. Kami tak lagi punya tempat untuk berkumpul layaknya mahasiswa-mahasiswa Sumbawa lain diseberang sana, sesekali kami berkumpul didepan museum provinsi untuk berdiskusi sembari terus berusaha mengumpulkan sisa-sisa kejayaan Fkppms, kami juga berusaha bertemu dengan petinggi-petinggi IKS di Mataram demi membahas masa depan Asrama Sumbawa, tapi sekali lagi harapan kami mental dimeja kantor.

Kami tak berhenti disitu, asrama Sumbawa boleh saja habis terbakar, tapi tidak dengan semangat kami. Mungkin 2014 adalah moment kebangkitan, kami berusaha kembali mengadakan agenda tahunan Fkpmms , pordikani kami jadikan alat pemersatu mahasiswa yang tercecer paska terbakarnya asrama beberapa tahun sebelumnya.

Melalui berbagai dukungan dan bantuan benyak pihak, pordikani berhasil diadakan. Kini sudah lima tahun paska terbakarnya bangunan berjasa tersebut, pemerintah belum bersua mengenai masa depan pembangunan asrama Sumbawa. Pernah sesekali kami mendengar desas-desus bahwa bangunan tersebut akan dibangun kembali pada penghujung 2014 lalu, tapi seiring berjalannya waktu kabat tersebut kembali hilang bak awan yang ditiup angin.

Semoga pemerintah Sumbawa peka dengan nasib bangunan ini, semuanya harus kembali seperti dulu, Fkppms harus tetap melahirkan figur - figur yang akan menjadi pemimpin bagi Sumbawa kedepan. Asrama mahasiswa Sumbawa harus tetap berdiri di Mataram, sebab Mataram merupakan lumbung terbesar dari mahasiswa Sumbawa.

Mataram, 23 September 2016

Artikel Terkait

Pelajar, Pejalan, Penikmati Kopi Hitam.