9/10/2016

Gemuruh Air di Kaki Rinjani



Liburan Terakhir Bersama Teman-teman Kampus

Akhirnya saya benar-benar yakin kalau masa liburan sudah berakhir. Semua kembali seperti biasanya. Bangun pagi, mandi, pergi ke kampus, ketemu security, ngobrol di kantin, pelolotin dosen cantik, ngomongin dosen kiler, ngumpul bareng teman kelas, ngerjain tugas dan sebagainya. Sungguh tidak terasa, waktu memang berjalan begitu cepat, tak kenal kata menunggu. Sayapun baru mengerti kenapa sebagian orang kulit putih sering mengatakan *Time Is Money* ternyata itulah jawabannya.

Lombok itu dikenal dengan berbagai tempat wisata yang sangat menawan, membuat betah para pelancong untuk menetap disini, bahkan oleh salah satu media di Australia, Lombok dikatakan sebagai *The New Bali* menggambarkan bahwa lombok adalah salah satu destinasi terbaik dalam berwisata.

Untuk menutup liburan panjang kali ini, kamipun memutuskan untuk mengunjungi salah satu destinasi wisata terbaik diwilayah Senaru, Kabupaten Lombok Utara. Jaraknya terbilang jauh dari kota Mataram, butuh waktu lebih kurang 4 jam untuk sampai kesana.

Air terjun Tiu Kelep, begitulah dinamakan oleh penduduk sekitar, Sebuah destinasi wisata yang sempurna, menyuguhkan pemandangan indah dan memukau, dan yang paling membuat spesial adalah kami dapat mengunjungi tiga destinasi wisata sekaligus karena jaraknya berdekatan. Air terjun Tiu Kelep, Sendang Gile, dan Wilayah Kebun Kopi.

Sebenarnya ini adalah perjalanan yang agak panjang dan melelahkan, terutama bagi sekelompok mahasiswa semester akhir yang jelas domainnya bukan pelancong, tapi rasa penasaran akan keindahan air terjun membuat langkah demi langkah kami terus melaju ke bagian utara pulau ini. Jauh disebelah utara, tepatnya dibawah kaki Gunung Rinjani. Sebuah panorama alam yang sangat indah, masih terjaga dan sangat natural ada disana, itulah tujuan perjalanan kami kali ini.

Kami telah sampai, dan telah bersiap untuk menikamati kesegaran air dikaki gunung tertinggi dilombok itu, bersama turis-turis mancanegara yang juga memiliki rasa penasaran yang serupa. Tentu kami tidak lupa untuk mengabadikan setiap moment dalam bidikan kamera, sungguh perjalanan yang sempurna.

Satu persatu tempat wisata dikunjungi mulai dari Tiu Kelep, Sendang Gile, sampai Kebun Kopi. Terik matahari yang menyengat kulit dan rute yang terjal ciri khas daerah pegunungan, sama sekali bukan merupakan tantangan berarti bagi rombongan yang sebagian besar adalah wanita. Pikiran kami hanya terfokus pada tempat indah selanjutnya. Lombok memang menawan, pantas sekarang NTB begitu maju dengan promosi wisata halalnya, karena memang inilah surganya para wisatawan.

Semoga tahun depan kami masih bisa menikmati liburan bersama, dipertemukan dengan rasa dan kekaguman yang sama, mengabadikan setiap moment bersama teman-teman kampus adalah satu dari sekian banyak BAB terindah dalam hidup.

Berikut adalah beberapa foto hasil liburan kemaren yang sempat saya kumpulkan, siapa tau dapat memotivasi teman-teman blogger untuk menjajakan kaki di NTB.


Liburan Terakhir Bersama Teman-teman Kampus


Liburan Terakhir Bersama Teman-teman Kampus

Liburan Terakhir Bersama Teman-teman Kampus

Liburan Terakhir Bersama Teman-teman Kampus

Liburan Terakhir Bersama Teman-teman Kampus

Liburan Terakhir Bersama Teman-teman Kampus

Liburan Terakhir Bersama Teman-teman Kampus

Liburan Terakhir Bersama Teman-teman Kampus


Mataram, 10 September 2016

Artikel Terkait

Pelajar, Pejalan, Penikmati Kopi Hitam.