10/15/2016

Semangat, Persatuan, dan Perjuangan Hidup Sekelompok Hadgehog


Ilustrasi

"Pada akhirnya dengan semangat persatuanlah manusia bisa menumbangkan kekuatan sehebat apapun"

Ini kisah tentang Hadgehog. Hewan sejenis landak namun berukuran sedikit lebih kecil. Dia adalah mamalia ensiktivora kecil yang dapat ditemukan di seluruh dunia. Dikatakan ensiktivora, karena hewan ini adalah golongan hewan pemakan serangga, dan juga cacing-cacingan.

Hadgehog bisa juga dikatakan sebagai landak susu atau landak mini, pada umumnya, hewan ini berasal dari Eropa, Afrika dan Asia. Namun akhir-akhir ini Hadgehog banyak di jadikan sebagai hewan peliharaan di Amerika Utara, bentuk tubuhnya yang kecil dan imut akan menarik minat siapa saja untuk menjadikan hewan ini sebagai pelengkap rumah mereka.

Hari itu adalah musim salju paling ekstrim di Kanada. Banyak binatang yang mati akibat suhu dingin yang teramat sangat. Di suatu daerah, tinggal sekelompok Hedgehog. Menghadapi cuaca di Kanada saat itu yang sangat dingin dan menusuk kulit, mereka memutuskan untuk tinggal secara berkelompok di dalam sebuah gua.

Agar tetap hangat, mereka mendekatkan diri antara yang satu dengan yang lain. Namun ketika mulai berdekatan, duri-duri mereka melukai satu sama lain. Duri Landak memang terkenal sangat tajam dan mudah menembus kulit, duri hewan ini digunakan untuk melindungi diri dari serangan predator lain. Karena merasa kesakitan, mereka pun memutuskan untuk menjaga jarak. Akibatnya, mereka kembali merasakan dingin yang membeku, sehingga membuat mereka terancam mati. Mereka tengah dihadapkan pada dua masalah yang serius, menerima kesakitan karena duri-duri temannya, atau mati dalam kedinginan.

Secara bijaksana, mereka memutuskan untuk kembali bersatu. Mereka pun belajar untuk hidup dengan luka-luka kecil akibat jarak yang sangat dekat dengan sahabat-sahabatnya supaya dapat merasakan kehangatan. Cara inilah yang membuat mereka akhirnya selamat dan bisa bertahan hidup ditengah terpaan musim dingin yang mematikan.

***

Kisah hidup Hadgehog ini saya temukan pada sebuah artikel yang secara khusus menampilkan dukomenter tentang dunia binatang. Pesannya sangat kuat dan luas yakni dengan semangat persatuan kita bisa menghadapi setiap tantangan yang datang. Meskipun perjuangan itu dimulai dengan rasa yang tidak menyenangkan, tapi pada kenyataannya akan berbuah manis. Hidup dengan rasa solidaritas dan persatuan itu ibarat menjadi sebuah sapu, dengan bermodalkan sepotong lidi kita bahkan tidak bisa menghapus debu dilantai, tapi jika lidi-lidi tersebut disatukan hingga menjadi sebuah sapu, maka sampah sebanyak apapun akan mudah dibersihkan.

Saya telah banyak menemukan cerita-cerita menggugah hati, prihal berbagai kejadian besar yang akhirnya dicapai dengan kekuatan persatuan. Di Peru, sebuah aksi mencuci bendera telah berhasil menyulutkan bara api ditengah masyarakat lalu dengan semangat persatuan mereka kemudian melakukan Revolusi.

Di Sudan Selatan, perempuan bernama Samira Ahmed gelisah dengan perang saudara yang tak kunjung usai. Dua wilayah, yakni utara dan selatan dibakar dendam berkepanjangan hingga memicu perang selama 20 tahun. Samira ingin menghentikan perang. Dia muak melihat perang yang tak kunjung usai. Dia kemudian mengorganisir perempuan di dua wilayah itu untuk bersatu. Mereka lalu membuat gebrakan melalui penolakan hubugan seks.

Aksi itu sangat menggemparkan. Aksi itu membuat para lelaki sejenak berhenti berperang lalu memikirkan hal-hal lain yang lebih penting. "perempuan-perempuan itu berfikir sama, bahwa dengan menolak hubungan seks dengan suami, mereka bisa menekan para lelaki untuk mengusahakan perdamaian. Taktik itu berhasil", kata Samira. Bahkan di tahun 2009 taktik itu juga dilakukan oleh para perempuan Kenya. Aksi mogok seks itu bisa memaksa presiden dan perdana mentri untuk ikut berunding dengan para perempuan itu.

Pemimpin-pemimpin bangsa ini selalu menyematkan kata "persatuan" dalam setiap pidato mereka. Soekarno misalnya, seorang proklamator bangsa yang mahir dalam ilmu politik itu pernah mengatakan bahwa "Melemahkan persatuan, berarti memperkuat musuh". Bagi Soekarno, persatuan memiliki nilai yang sangat berharga, menurutnya hanya dengan persatuan rakyatlah kemerdekaan bangsa ini dapat dicapai. Pada akhirnya, dengan semangat persatuan jugalah bangsa ini dapat membebaskan diri dari belenggu orde baru yang terkenal otoriter.

Manusia adalah mahluk sosial dan saling membutuhkan, sejatinya manusia itu adalah sebuah jamaah yang ketika bergerak secara bersamaan dapat menumbangkan kekuatan sehebat apapun. Kita tidak bisa berlari cepat seorang diri, tanpa suntikan-suntikan positif dari mereka yang berada dibelakang kita semua akan mustahil tercapai. Hubungan yang terbaik bukanlah hubungan yang membawa orang-orang yang sempurna dalam satu kelompok. Tetapi ketika semua individu belajar hidup dengan ketidaksempurnaan orang lain, serta mampu mengapresiasi semua kehangatan yang diberikan oleh teman-temannya.

Kisah ini juga dapat diresapi kedalam sebuah hubungan persahabatan. Kehidupan seringkali punya banyak kejutan. Kita kerap marah besar saat sahabat atau orang terdekat kita menyodorkan rasa pahit dalam mulut kita. Kita kesal dan mengeluarkan semua makian dan kalimat kasar. Namun, keesokan harinya, kita terkejut saat tubuh kita, yang sedang sakit, berangsur sehat. Ternyata rasa pahit itu adalah rasa obat yang menyembuhkan. Dipikir pahit adalah rasa yang tak nyaman, ternyata malah menyembuhkan kita.

Satu kritikan yang jujur lebih baik daripada seribu pujian omong kosong dari seorang sahabat. Bertemanlah dengan mereka yang mau memberimu sedikit cubitan ketika kamu melakukan sebuah kesalahan, sebab orang-orabg seperti merekalah yang akan menyelamatkanmu dari jurang kehancuran.

Mataram, 15 Oktober 2016

Artikel Terkait

Pelajar, Pejalan, Penikmati Kopi Hitam.