12/01/2016

Syair Getir di Awal Desember



BELUM BERAKHIR

Aku melihat buih-buih putih berarak
Pergi kemana angin menerpa
Mereka menyangka itu lautan mutiara

Aku mendengar panggilan langit
Hayyaalalfalah, manja mengelus kuping
Suaranya datang dari segala arah
Timur, selatan, barat, hingga utara

Batinku menganga lebar mendadak basah
Air mataku tumpah ruah mewakili saripati hatiku yang lebur
Ada apa ini, ini ada apa
Belum berakhir, berakhir belum

Aku memilih diam
Aku bertanya kepada hati dan pikiranku
Mereka belum meleleh. Masih tak setuju

Aku memilih diam
Aku mendekati penjual terompet yang tuli itu lalu bertanya lagi
Tapi lagi-lagi tidak. Katanya!

Ah, lebih baik aku memesan segelas kopi
Melarutkan hati dalam hembusan angin yang mendamaikan
Memohon agar tak ada ombak besar menitipkan kecemasan pagi ini.

01 Desember 2016. Di atas kapal kecil di tengah laut, dalam perjalanan Sumbawa-Mataram.

Artikel Terkait

Pelajar, Pejalan, Penikmati Kopi Hitam.