2/28/2017

Gemerincing Ombak Pantai Mawi


Pantai Mawi (Foto: Wisata Lombok)

Bersama para sahabat, baru-baru ini saya berkunjung ke kawasan wisata Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Niat kami sederhana yaitu melepaskan penat dihari libur, sembari bergumul dalam suasana pantai yang menenangkan pikiran.

Kuta Mandalika adalah tetesan surga bagi para peselancar. Tempat ini dikenal memiliki objek wisata pantai yang memukau. Banyak yang berubah semenjak pemerintah menetapkan Kuta Mandalika sebagai kawasan ekonomi khusus. Di sepanjang perjalanan, saya melihat proyek-proyek besar tengah digarap sebagai sarana penunjang dunia kepariwisataan.

Pemerintah Nusa Tenggara Barat sangat serius mengembangkan Mandalika. Terhitung milyaran APBD telah dikucurkan untuk menyulap kawasan ini menjadi kawasan berbasis pariwisata berkelas dunia. Di banyak media regional, saya juga sempat membaca bahwa di Mandalika akan dibangun sirkuit berskala internasional. Dalam hati saya berharap, semoga saja pemberitaan itu bukan hoax.

***

Terik matahari tajam menyengat kulit ketika kami sampai di pantai Mawi. Jalanan terjal dan berlubang hingga membuat badan serasa remuk hilang seketika bersama desiran ombak yang lalu lalang. Batu-batu besar yang menjulang dibibir pantai ini adalah spot terbaik untuk mengabadikan moment berharga dalam bidikan kamera.

Itulah kesan saya saat pertama kali menginjakan kaki ditempat ini. Tiga tahun lalu, saya pernah mengunjungi Kuta, namun tak sempat berkeliling hingga pantai Mawi. Barulah sekarang dahaga itu terbayar tuntas.

Pantai Mawi
Pantai Mawi
Pantai Mawi

Mawi adalah taman bermain yang nyaman bagi siapa saja. Keindahannya yang tak terbantahkan membuat banyak turis asing mengunjungi tempat ini. Mereka tak sekedar datang untuk berjemur, tetapi juga berharap bisa menaklukkan ombak pantai dengan papan selancar.

Begitupula dengan kami. Lama bergelut dengan rutinitas perkuliahan, membuat kepala kami serupa memory card yang telah terisi penuh. Kami butuh penyegaran, memori itu harus di upgrade agar file-file baru bisa ditampung kembali.

Saya masih duduk diatas pruga kecil sambil menyeruput kopi saat menyaksikan penampilan akrobatik turis-turis itu dalam gulungan ombak. Sesekali mereka beristirahat melepas lelah, namun berapa saat kemudian, papan selancar kembali dijinjing menuju laut. Mereka tampaknya menyukai ombak Mawi yang ganas.

Tak mau kalah dengan mereka, sayapun mulai beranjak. Perlahan-lahan saya berjalan mencari spot terbaik untuk dipotret. Sekelebat pemandangan yang tersaji di Mawi sungguh memancing orkestra kekaguman. Gemerincing ombak di pantai ini, kian manja mengelus telinga.

Tanpa disadari dari sudut yang lain, seorang sahabat mengajak saya untuk foto bersama. Saya hanya mengangguk pelan menerima ajakannya sembari dalam hati berucap, "Betapa Lombok memang ditakdirkan sebagai pulau yang menawan."

Mataram, 28 Februari 2017

Artikel Terkait

Pelajar, Pejalan, Penikmati Kopi Hitam.