2/07/2017

Selamat Ulang Tahun Pram


Pramoedya Ananta Toer
Saya ingin hidup, tapi tak membisu. Sebab, diam adalah bentuk lain dari kematian itu sendiri ~ Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer dianggap sebagai salah satu Sastrawan paling produktif sepanjang sejarah Indonesia. Tokoh ini telah mewariskan pikiran-pikiran besar bagi para generasi bangsa. Berbagai tulisannya direkomendasikan bagi semua orang yang hendak mengkaji Indonesia pada periode kebangkitan. Hingga saat ini, berbagai karyanya tak pernah alpa bertengger di rak-rak toko buku. Memang benar, seakan tak bosan membaca ulang lembar demi lembar coretan beliau.

Pram adalah sosok yang kontroversial. Karyanya yang berisi kritikan, membuatnya selalu bersinggungan dengan penguasa. Ia pernah menjadi pengarang yang paling dibenci oleh penguasa ditanah air. Akan tetapi diluar negeri, ia amat dikagumi banyak orang. Pram pernah mendekam dibalik jeruji besi semenjak zaman Belanda, Sukarno hingga di rezim Suharto. Di masa orde baru, pemerintah kerap menyensor tulisannya, ia dituduh sebagai komunis, hingga terpaksa dipenjarakan di pulau buruh selama 30 tahun.

Ya, itulah Pramoedya Ananta Toer. Kokohnya tembok penjara tak pernah mampu memenjarakan pikirannya. Meski dikarangkeng selama puluhan tahun, ia tak pernah alpa melahirkan karya. Baru-baru ini, bertepatan dengan 6 Februari 2017, publik tengah merayakan hari jadi Pram. Sejumlah orang yang aktif menggeluti dunia sastra, sibuk dengan berbagai seremonial. Mereka membuat satu penghormatan, mengenang tokoh besar kelahiran Blora, Jawa Tengah itu.

Yang membuat saya kagum tahun ini adalah mesin pencari Google juga ikut merayakan hari jadi beliau. Google membuat satu ilustrasi seorang pria berambut putih, berkacamata, dan berakaus. Pria itu digambarkan sedang mengetik di mesin tik manual.

Tokoh ini memang layak untuk dikenang, ia melahirkan karya yang menggugah gerbang internasional. Ia mewariskan tafsir ulang sejarah bangsa, yang diharapkan menjadi lentera penerang menuju masa depan. Pram memang telah lama berpulang, namun sesuai kutipannya, ia tak pernah pudar ditelan sejarah.

Malam ini, aku hanya bisa menundukkan kepala untuk mengenang dirinya. Selamat ulang tahun Pram.

Mataram, 07 Februari 2017

Artikel Terkait

Pelajar, Pejalan, Penikmati Kopi Hitam.