7/30/2017

Berakhir Pekan di Tanjung Aan


Pantai Tanjung Aan Lombok

Seorang sahabat mengajak saya berkunjung ke tempat wisata pantai Tanjung Aan di Lombok Tengah. Ia adalah seorang dosen di salah satu lembaga pendidikan di Mataram. Ia hendak mengisi perkuliahan English for Tourism, lalu mengajak sejumlah mahasiswa berkunjung ke tempat wisata demi menemukan native speaker.

Saya yang kebetulan lama tak menjajal tempat wisata di Lombok, segera menyetujui ajakannya. Sahabat itu seakan mengerti bahwa akhir-akhir ini, saya juga tengah giat belajar bahasa Inggris. Sepertinya ia paham bahwa saya sedang memerlukan teman untuk berdialog.

***

Ibu penjual kain itu segera berlari mendekati rombongan, sesaat setelah sampai di pantai Tanjung Aan. “Handmade pak, handmade bu” katanya sayup-sayup. Ia antusias menyapa pengunjung sembari menawarkan dagangannya. Ibu itu adalah satu dari sekian banyak penjual kain tenun di Tanjung Aan. Saya menduga, usianya sekitar 50 tahun. Kepada saya ia bertutur bahwa telah menjual kain selama tak kurang dari 7 tahun. “Untungnya tak seberapa, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Itupun kalau ada yang beli”. Ungkapnya.

Pantai Tanjung Aan Lombok

Pantai Tanjung Aan Lombok

Bukan sekali saya berbicang lama dengan para pedagang di tempat wisata. Beberapa waktu lalu, saya juga berjumpa dengan gadis kecil di pantai Kuta yang rela menjual gelang demi membayar uang sekolah. Gadis itu membuat saya iri sebab dalam usia belia, ia telah mahir berbahasa Inggris.

Bagi saya, berkunjung ke lokasi wisata bukan sekadar melihat obyek, memotret dan pulang. Saya menyenangi pertempaun-pertemuan dengan manusia-manusia di lokasi wisata, merasakan denyut jantung mereka yang hidup di pesisir, menikmati keceriaan warga setempat yang seringkali terheran-heran mengapa ada orang yang siap menghabiskan jutaan rupiah demi mendatangi kampung halamannya.

Sekian banyak pantai menawan di Lombok memang selalu dikerubungi para penjual kain. Dengan setia mereka menjajaki dagangan kepada siapa saja yang datang berkunjung. Di Tanjung Aan, mereka serupa tuan rumah yang antusias menyambut tamu dengan aneka souvenir khas Lombok.

Pantai Tanjung Aan Lombok

Pantai Tanjung Aan Lombok

Pantai Tanjung Aan merupakan satu diantara sekian banyak hamparan pantai indah yang membentang di Lombok. Tak sampai satu jam dari BIL (Bandara International Lombok) untuk sampai ke tempat ini. Dari sini, kita bisa leluasa menikmati sederet objek wisata lain yang hanya berjarak sepelemparan batu seperti Bukit Merese, Pantai Seger, Mawun, Mawi, Kuta, Selong Belanak dan masih banyak lagi.

Berbeda dengan Seger, pantai yang juga pernah dijadikan lokasi suting film ini menyajikan pemandangan indah dengan suasana ombak yang teduh. Tak ada satupun peselancar yang datang ke tempat ini. Yang nampak hanyalah ratusan turis asing yang berjemur di sepanjang garis pantai. Sambil berkeliling, saya menikmati sekelebat pemandangan di depan mata.

Saya menyadari bahwa Lombok memang menyimpan pesona hebat. Soal keindahan, pantai-pantai di sini memiliki hamparan pasir sehalus tepung. Di Tanjung Aan, saya bahkan bertemu dengan bule yang menyebut Lombok layaknya kepingan surga.

Di Tanjung Aan, saya menikmati akhir pekan yang menyenangkan. Matahari sedang terik, tapi saya masih bisa menyaksikan pantai luas yang begitu banyak peminat. Di pantai ini, saya merenungi banyak hal. Saya merenungi keindahan Lombok, ikhtiar pemerintah demi menjadikan Lombok sebagai kiblat wisata dunia, serta interaksi yang menyenangkan dengan beberapa warga.

Mataram, 31 Juli 2017

Artikel Terkait

Pelajar, Pejalan, Penikmati Kopi Hitam.