12/08/2017

Menelusuri Jejak Wisatawan di Gili Trawangan

Gili Trawangan

Lombok memang pantas menyandang predikat sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di dunia. Pulau yang dinobatkan sebagai Top 10 Traveller’s Choice Destinations in Asia versi Trip Advisor pada Maret lalu ini, kian ramai menjelang pergantian tahun. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya kunjungan wisatawan yang menyasar berbagai objek wisata di Lombok.

Letusan Gunung Agung Bali yang sempat menghebohkan publik beberapa waktu lalu, nyatanya tak begitu berdampak pada perkembangan pariwisata Lombok. Di gili yang kami kunjungi, aktivitas wisatawan nampak biasa-biasa saja. Tak ada yang berubah. Semua berjalan layaknya tak pernah terjadi apa-apa.

***

Matahari baru saja sepenggal di atas kepala saat cahaya lembutnya membelai-belai lautan. Pantulannya menembus lautan biru yang serupa kaca hingga ke dasar. Para wisatawan yang hendak berkunjung, nampak berbaris rapi di pelabuhan sembari menunggu kapal angkutan.

Kami menaiki perahu kecil yang meluncur menuju Gili Trawangan. Dari Kota Mataram, kami menuju pelabuhan Bangsal di Kabupaten Lombok Utara. Dari sini, kami hanya butuh waktu sekitar 15 menit untuk sampai di pulau yang disebut-sebut sebagai kepingan surga yang jatuh ke bumi itu.

Gili Trawangan

Gili Trawangan

Gili Trawangan

Mereka yang baru pertama kali mengunjungi Lombok, tentu akan takjub dengan pulau seindah Trawangan. Pulau ini telah menjadi magnet wisata dunia jauh sebelum Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika diresmikan.

Sebagai destinasi liburan, Gili Trawangan telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti villa, cafe, pusat belanja, ATM, spa, sunset view, snorkling, sepeda, hingga cidomo atau andong yang disediakan khusus demi mengantar pengunjung untuk berkeliling.

Di pulau ini, adat istiadat masih dipegang teguh oleh penduduk setempat. Salah satunya Awik-awik, yakni sebuah larangan kepada setiap pengunjung untuk menggunakan kendaraan bermotor. Jika hendak mengelilingi pulau, wisatawan bisa memanfaatkan jasa penyewaan sepeda atau cidomo dengan tarif ysng tergolong murah.

Gili Trawangan ibarat gadis cantik yang tak henti memancarkan pesona. Di tengah banyaknya pilihan objek wisata Lombok, Trawangan tak pernah kehilangan momentum. Tempat ini selalu ramai pengunjung terutama menjelang penghujung tahun. Trawangan tak kehilangan daya pikat meski keberadaannya juga dikelilingi pulau-pulau nan cantik seperti Gili Meno dan Gili Air.

Saya beruntung sebab tinggal di pulau dengan segudang objek wisata. Jika dihitung jumlahnya, maka tak bisa mengunjungi semua objek wisata itu seharian penuh.

Lombok punya Sembalun sebagai destinasi bulan madu halal terbaik 2016, Rinjani sebagai geopark internasional, memiliki sederet wisata air terjun, hingga puluhan pantai nan eksotis dengan hamparan pasir sehalus tepung.

Gili Trawangan

Gili Trawangan

Gili Trawangan

Saya mengunjungi Trawangan bersama sahabat Generasi Pesona Indonesia Lombok Sumbuwa (Genpi LS). Kami hendak melakukan survey angka kunjungan wisatawan paska letusan Gunung Agung beberapa waktu lalu, serta mengorek informasi sebanyak-banyaknya dari para pegiat wisata prihal bencana itu.

Yang kami temukan adalah, para wisatawan justru tetap antusias berdatangan. Seorang turis asal Amerika bahkan mengatakan bahwa letusan gunung agung tak lantas mengurungkan niatnya untuk berkunjung. Demikian pula ungkap para wisnus asal Bekasi. Mereka mengaku tetap memilih Trawangan sebagai tujuan utama meski sempat was-was dengan dampak erupsi Gunung Agung.

Selain dengan para wisatawan, kami juga sempat berbincang dengan Pak Mada, seorang menejer dari salah satu villa di Trawangan. Pria asal Bali itu menyayangkan sejumlah pemberitaan miring di media sosial tentang aktivitas pariwisata Lombok paska letusan.

“Banyak pemberitaan bahwa Lombok masih sangat berbahaya untuk dikunjungi paska letusan Gunung Agung. Padahal, tak ada yang berubah. Aktivitas pariwisata berjalan normal seperti biasanya. Katakutan saya, pemberitaan seperti ini bisa berdampak pada lesunya angka kunjungan wisatawan di kemudian hari." Tukasnya.

Bagi saya, berkunjung ke lokasi wisata bukan sekadar melihat obyek, memotret lalu bergegas pulang. Saya menyenangi pertempaun-pertemuan dengan manusia-manusia di lokasi wisata, meresapi berbagai kisah, serta sisi lain dari hiruk pikuk perkembangan industri ini.

Yang tersaji di Trawangan adalah pemandangan pulau yang ramai penghuni. Di sini, saya melihat rupa-rupa aktivitas wisatawan. Ada yang tengah berjemur di bibir pantai, ada yang menenteng peralatan snorkling, ada pula yang asik bersepeda mengelilingi pulau. Semuanya berpadu dalam kesejukan, kenyamanan, serta keindahan Gili Trawangan yang melagenda.

Dalam suasana batin yang takjub, hati kecil saya berbisik, kamu kapan kesini?

Mataram, 08 Desember 2017

Artikel Terkait

Pelajar, Pejalan, Penikmati Kopi Hitam.